Banner

Deretan Film Mind Blowing Karya Christopher Nolan, DIjamin Pusing!

|

padapanik.com - Siapa yang tidak tahu Christopher Nolan? Seorang penulis, sutradara dan produser yang sudah sangat terkenal menghasilkan film-film yang bisa dibilang epic. Film-filmnya yang paling terkenal adalah The Dark Night dan Interstellar yang membuatnya mendapat penghargaan sebagai film terbaik dan sutradara terbaik. Bagi anda pecinta film fiksi ilmiah pasti akan sangat menyukai film-film Christopher Nolan. Banyak juga filmya yang mind blowing sehingga membuat penonton terheran-heran dan harus super fokus dalam menontonnya. Berikut ini akan kami sajikan film-film sutradara Christopher Nolan yang paling mind blowing

4 Film Mind Blowing Karya Christopher Nolan yang Akan Bikin Anda Pusing

The Prestige (2006) 


The Prestige adalah film yang rilis pada tahun 2006 ini mengantar Christopher Nolan menerima penghargaan sutradara terbaik dari dua ajang penghargaan. Film ini dibintangi oleh aktor terkenal Christian Bale sebagai Alfred Borden, Hugh Jackman sebagai Robert Angier, Michael Caine sebagai John Cutter, Scarlett Johansson sebagai Olivia dan Rebecca Hall sebagai Sarah Borden . Mengisahkan tentang dua pemuda pemain sulap yang sedang merintis karirnya. Mereka mempelajari trik sulap bersama-sama hingga suatu kejadian membuat mereka membenci satu sama lain. 

Mereka kemudian tumbuh menjadi rival. Semua hal dilakukan untuk menjatuhkan satu sama lain dan berusaha unggul. Mereka terobsesi dengan rahasia trik masing-masing dan berusaha mengacaukannya. Suatu hari Borden memiliki trik yang sangat luar biasa. Dia mengklaim bisa melakukan teleportasi menggunakan mesin listrik Nikola Tesla. Namun kenyatannya, mesin tersebut bukanlah mesin teleportasi namun mesin replikasi.

Interstellar (2014) 


Adalah Cooper yang diperankan oleh Matthew McConaughey, serta rekan tim Brand yang dipernakan oleh Anne Hathaway mencoba menjelajahi angkasa untuk menemukan rumah baru bagi manusia karena saat itu Bumi sedang sekarat. Mereka menggunakan Black Hole atau lubang hitam sebagau ‘pintu’ untuk memasuki galaksi lain sampai menemukan rumah baru untuk umat manusia. 

Banyak sekali teori-teori tentang black hole dan dimensi ke lima pada film ini yang harus Anda pahami jika Anda mau mengerti sepenuhnya bagaimana jalan cerita film ini yang sebenarnya. Dan ada juga scene di mana Cooper terjebak di pusat inti Black Hole. Selain kedua aktor dan aktris di atas, film ini juga dibintangi oleh Jessica Chastain, dan Michael Caine.

Memento (2000) 


Film Memento adalah film yang bergenre Thriller Misteri. Bercerita tentang Leonard Shelby yang diperankan oleh Guy Pearce yang bertekad akan membalas dendam ke penjahat yang sudah memperkosa dan memebunuh istrinya. Sayangnya, Leonard memiliki penyakit amnesia short term memory yang membuatnya lupa dengan apa yang ia lakukan 10 menit yang lalu. Oleh karena itu, ia harus mencatat semua kejadian dan memfotonya untuk mencari siapa penjahat yang tega membunuh istrinya. 

Pembawaan film inilah yang membuat Memento sangat mind blowing. Mengandung plot reverse chronology membuat penonton harus memperhatikan setiap kepingan-kepingan adegan dan dialog yang dikatakan setiap pemainnya. Jika tidak, dipastikan Anda tidak akan paham dengan film ini. Endingnya pun dikejutkan dengan plot twist khas Christopher Nolan.

Inception (2010) 


Film ini dibintangi oleh aktor terkenal Leonardo Di Caprio yang memerankan Cobb dan Joseph Gordon yang memerankan Arthur. Keduanya memiliki pekerjaan yang tidak umum yakni menggunakan alam bawah sadar untuk mencuri informasi dari seseorang. Lewat film ini kita akan mengetahui bahwa mimpi itu memiliki banyak sekali level. 

Semakin dalam level mimpi, semakin orang tidak bisa mengingat bahwa mereka sedang bermimpi. Ada juga mimpi yang paling dasar bernama limbo. Di sana adalah dunia tak terbatas yang menyebabkan orang tidak bisa membedakan mana dunia mimpi dan mana dunia nyata.

Penulis :
Dian Nita @dii_nta

Investasi Ala Gen Z dengan Aplikasi? Emang Bisa?

|
Foto : Financialexpress

padapanik.com - Investasi menjadi topik yang sedang hangat belakangan ini. Kesadaran akan milenial dan gen z dalam dunia finansial yang kian menggila, membuat mereka mulai memikirkan untuk investasi guna ‘menyelamatkan’ masa depan dari inflasi yang bisa datang sewaktu-waktu. Ditambah lagi dengan kemajuan teknologi yang kian pesat, investasi kini tidak lagi hanya bisa dilakukan oleh investor di dalam kantor. Kini, pelajar sampai bos sekalipun bisa melakukan investasi.

Bagaimana cara berinvestasi online tanpa takut tertipu? Pastikan Anda berinvestasi pada lembaga yang diawasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Untuk itu akan kami rangkum aplikasi investasi yang kredibel dan sudah diawasi oleh OJK yang bisa Anda gunakan untuk belajar investasi.

5 Aplikasi Investasi yang Sedang Digemari Gen Z dan Milennial 


Aplikasi Bibit





Bibit adalah salah satu aplikasi investasi reksadana yang ramah terhadap Gen Z. Pasalnya, untuk berinvestasi, Anda tidak perlu mengirimkan sejumlah berkas yang rumit. Setelah Anda menginstall aplikasinya, Anda hanya perlu registrasi 5 menit saja. Selain itu, Bibit juga akan merekomendasikan reksadana terbaik untuk Anda. Kelebihan lainnya, Anda bisa membeli reksadana melalui gopay. Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa mengunjungi FAQ Bibit di https://faq.bibit.id/id/. Yang pasti, siapapun bisa investasi di Bibit.

Aplikasi Buka Reksa Bukalapak

Jual beli reksadana kini bisa dilakukan di aplikasi Bukalapak. Selama ini, kita hanya mengenal Bukalapak sebagai aplikasi jual beli online, namun juga aplikasi investasi. Cara investasi di Bukalapak sangatlah mudah. Pertama Anda harus memiliki aplikasi dan akun Bukalapak dahulu. Carilah menu Reksa Dana dan isi form beserta scan KTP dan tanda tangan. Setelah menunggu 1×24 Jam untuk diverifikkasi, Anda sudah bisa membeli sejumlah reksadana. 

Aplikasi Bareksa

Bareksa adalah portal aplikasi yang memperjualbelikan reksadana melalui online. Sejak berdiri pada tahun 2013, Bareksa memberikan sejumlah layanan berupa alat investasi, informasi investasi sampai komunitas investor. Caranya pun mudah, Anda hanya perlu membuat akun dan log in di aplikasi Bareksa. Setelah itu, isi formulir dan tanda tangan secara digital. Jika proses pendaftaran sudah selesai, Anda sudah bisa membeli reksadana untuk investasi.

Aplikasi Welma BCA



PT Bank Central Indonesia atau BCA baru-baru ini meluncurkan Wealth Menegement atau Welma untuk masyarakat Indonesia. Tujuan dari aplikasi ini adalah agar masyarakat yang sudah memiliki nomor investor individu dan nasabah BCA bisa membeli investasi melalui aplikasi. BCA ingin menggaet investor dari kalangan milennial dan Gen Z agar mereka melek akan literasi keuangan. Untuk memulai investasi Anda harus mengunduh dahulu aplikasi Welma di playstore. Sayangnya investasi ini hanya bisa dilakukan oleh nasabah BCA saja.


Aplikasi Tanam Duit



Tanam Duit adalah platform jual beli reksadana bagi mereka yang beru belajar berinvestasi. Oleh karena itu, tampilan dari aplikasi ini dibuat semenarik mungkin agar pengguna tidak kebingungan. Karena aplikasi Tanam Duit adalah aplikasi belajar investasi, pilihan reksadana di sini sangatlah terbatas. Cara investasinya sama seperti aplikasi lainnya yaitu mendaftar dan mengisi form. Untuk keamanan, aplikasi ini menyediakan fitur log in menggunakan sidik jari.


Sebelum Anda berinvestasi, sebaiknya Anda mempelajari dasar-dasar investasi dan mempelajari istilah-istilah yang paling sering digunakan. Rugi dalam investasi itu wajar. Ibarat Anda berinvestasi pada perusahaan, dan perusahaan itu mengalami defisit, maka nilai investasi Anda juga menurun. Ingat, semakin dini Anda melakukan investasi maka akan semakin bagus.

Penulis : 
Dian Nita @dii_nta 

Deretan Perancang Busana Terbaik Di Ajang New York Fashion Week Spring/Summer 2020

|

padapanik.com - Fashion week merupakan salah satu perhelatan yang paling dinantikan di dunia fashion. Bagi kamu yang tahu dan suka menggunakan hashtag #OOTD atau bahkan mengikuti sederet brand fashion ternama di sosial media pasti tidak asing dengan kegiatan ini. Pada dasarnya fashion week merupakan sebuah kegiatan fashion yang menjadi tempat dimana para perancang-perancang busana dan brand-brand ternama ‘memamerkan’ koleksi terbaik mereka dalam seri runaway show dengan tujuan untuk menunjukkan pada media dan menarik hati para calon pembeli. 

Ajang ini juga biasanya dimanfaatkan oleh para perancang busana dan brand-brand tersebut untuk mengambil kritik dan saran dari para peminat untuk memperbaiki kualitas sehingga pada fashion week mendatang bisa lebih baik lagi. Fashion week pada umumnya berlangsung dalam jangka waktu satu minggu. New York, London, Milan dan Paris merupakan 4 negara yang terkenal tidak pernah absen dalam perhelatan ini. Fashion week biasanya identik dengan display fashion perancang busana dan brand-brand ternama seperti Calvin Klein, Chanel, Ferragamo, Dior, Dolce & Gabbana, Moschino, Valentino dan masih banyak lagi. 

Sejarah singkat Fashion Week 

Jauh sebelum fashion week, ternyata Paris sudah lebih dahulu mengadakan perhelatan yang berhubungan dengan industri adibusana atau couture industry pada tahun 1850 silam. Charles Frederick Worth (1825-1895) sering dijuluki ‘Father of Couture’ merupakan sosok dibalik industri adibusana ini. Seiring dengan berjalannya waktu dunia fashion terus berevolusi dan muncul ide-ide kreatif untuk mengembangkan gaya berbusana yang kemudian ditampilkan dalam perhelatan fashion week. Awalnya fashion week dikenal dengan nama Press Week dan pertama kalinya dilaksanakan di New York City pada tahun 1943. Yep, pada saat perang dunia ke-2, jauh sebelum adanya iPhone, Instagram, atau #OOTD. 

Setelah New York, Paris kemudian menyusul dengan mengadakan pertunjukan adibusana atau lebih dikenal dengan istilah couture pada tahun 1945, kemudian pada tahun 1973 Paris Fashion Week resmi berada dibawah naungan French Fashion Federation. Camera Nazionale della Moda (The National Chamber for Italian Fashion) kemudian mengadakan Milan Fashion Week. Kemudian dilanjutkan oleh British Fashion Council pada tahun 1984 yang mengadakan London Fashion Week. Seiring dengan berjalannya waktu dan teknologi fashion yang terus berevolusi, negara-negara lain juga ambil bagian untuk mengadakan kegiatan fashion week mulai dari Sao Paulo, Sydney hingga Indonesia. 

New York Fashion Week (NYFW) 

New York Fashion Week biasanya diadakan dua kali dalam satu tahun yakni pada bulan Februari (7 Februari 2019) dan September. Busana yang ditampilkan biasanya berdasarkan musim. Bulan Februari lalu menampilkan tema Fall/Winter 2019 sedangkan pada bulan September (5 September 2019) dengan tema New York Fashion Week Spring/ Summer 2020. Lalu siapa yang mempropaganda New York Fashion Week? Mercedes-Benz New York Fashion Week, dibawah naungan IMG adalah sponsor utama dari event ini. 

Konsepnya dari fashion week di berbagai belahan dunia adalah menghadirkan perancang busana dan brand yang berbeda. Tidak ada aturan yang mengharuskan brand A hanya bisa di kota New York. Namun biasanya tergantung pada lokasi yang menjadi ‘tempat tinggal’ dari brand tersebut. Contohnya Michael Kors yang berasal dari New York biasanya berpartisipasi di New York, atau Ferragamo yang berpusat di Italy biasanya berpartisipasi dalam Milan Fashion Week. 

Designer-desginer ternama yang berpartisipasi 

New York Fashion Week Spring/ Summer 2020 mempersembahkan karya beberapa perancang busana ternama yang sudah tidak asing dalam dunia fashion. Siapakah mereka? 

Jeremy Scott 

Sumber : Vogue 
“Neon rock opera”, Jeremy Scott (44), perancang busana yang menjabat sebagai Creative Director dari brand ternama Moschino mendeskripsikan koleksinya. Jeremy Scott merupakan salah satu designer yang selalu menampilkan karya yang unik dan khas ala Moschino. Hal ini membuatnya mendapat julukan sebagai “pop culture’s most irreverent designer” dan "fashion's last rebel". Koleksinya kali ini dideskripsikan sedikit metal berat, dan terinspirasi dari film tahun 80-an, Liquid Sky. 

Brandon Maxwell 

Sumber : Vogue
Brandon Maxwell adalah Founder and Creative Director dari Brandon Maxwell, salah satu brand yang menjadi favorit para wanita. Maxwell (34) menderskripsikan daywearnya sebagai outfit yang bertemakan country club dengan gaya model-off-dutty dengan blazer yang dipadukan dengan jeans ketat. 

Michael Kors 

Sumber : Vogue
Salah satu brand yang menjadi incaran para wanita, termasuk wanita Indonesia, adalah Michael Kors. Michael David Kors sendiri adalah chairman dan chief creative dari brand ini. Brand ini terkenal dengan produk aksesoris, jam, perhiasan dan pakaian pria dan wanita. Dalam koleksinya kali ini, Kors (60) tidak ragu untuk ‘bermain’ dengan polka dot dan melapisinya dengan jaket dan mantel ketat yang layaknya tahun 70-an. Kors juga menambahkan poin dari koleksinya ini adalah perpaduan antara maskulin dan feminim yang kemudian dibalut dengan blazer yang berhiaskan kristal Swarovski.

Perancang busana dan brand lain yang juga ikut berpartisipasi adalah Rebecca Minkoff, Helmut Lang, Prabal Gurung, Pyer Moss, 3.1 Phillip Lim, 3ZM x Lu Yang, Affair, Blancore, Alice + Olivia by Stacey Bendet, Aliette, All things Mochi, Badgley Mischka, Bronx & Banco, Chiara Boni, Christopher John Rogers, Elie Tahari, Jason Wu, Rag & Bone, Reese Cooper, dan perancang-perancang dari tanah air seperti Dian Pelangi, 2Madison Avenue, Alleira Batik, dan Itang Yunasz yang berada dibawah naungan Indonesian Diversity. 

Penulis :
Irene H. @irenehelmin

TV Series 2019 yang worth binge watching

|

padapanik.com - TV Series sedang banyak digandrungi (sebenarnya udah lama sih, ditandai dengan adanya TV cable di Indonesia) cuma dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia jadi jauh lebih familiar dengan berbagai TV series. Hal ini juga didukung dengan produksi TV Series seperti HBO atau Netflix yang semakin niat, bahkan story dan produksinya gak kalah dengan film layar lebar. Buat kamu yang gak terbiasa dengan istilah "TV series", di Indonesia dikenal dengan Sinetron. Bedanya cuma story nya yang gak itu-itu aja, dan episode nya yang gak beratus-ratus.

Buat kamu yang baru mau nyobain nonton TV series nih, Padapanik punya rekomendasi nya :

1. Game of thrones 


Game of Thrones adalah serial tv drama fantasi yang diproduksi oleh HBO. Seri ini terinsipirasi dari seri novel A Song of Ice and Fire yang ditulis oleh George R. R. Martin. Game of Thrones secara umumnya menceritakan tentang perebutan takhta untuk memimpin 7 Kingdoms. Drama, politik, perang, penghianatan, pembunuhan. kisah cinta semuanya dituangkan dalam serial ini. Season pertama serial dari Game of Thrones ditayangkan pada tanggal 17 April dan season terakhir ditayangkan pada tanggal 14 April 2019 setiap hari Minggu malam waktu Amerika. Serial ini terdiri dari 8 seasons dengan total episode sebanyak 73 episode. Hal yang membuat serial ini enak untuk ditonton adalah kamu tidak perlu susah untuk memahami alur cerita dari Game of Thrones karena hampir setiap adegan memiliki petunjuknya. Tetapi kamu juga akan dibuat terkejut karena beberapa hal tidak sesuai dengan prediksi kamu. Hal ini yang memicu para penonton menebak-nebak dan memprediksi apa yang terjadi selanjutnya sehingga kamu kecanduan dan tidak sabar untuk menanti episode selanjutnya. Meskipun merupakan serial yang sukses, Game of Thrones tidak luput dari kritik. Puncaknya adalah pada beberapa season terakhir yang menuai banyak kritik karena ceritanya dianggap terlalu memaksakan dan melupakan aspek-aspek penting dari bukunya sehingga terkesan sebagai fan fiction.

2. Stranger Things 


Stranger things adalah serial tv original Netflix yang tidak kalah bagusnya dari Game of Thrones. Stranger things merupakan serial tv science fiction horror yang diciptakan oleh the Duffer Brothers. Stranger things pertama kali debut season pertamanya dengan 8 episode pada tanggal 15 Juli tahun 2016. Serial tv ini bisa dikatakan cukup unik karena mengambil set di tahun 80-an. Hal lain yang menarik dari serial ini adalah fokusnya pada kehidupan anak-anak Hawkins yakni Mike, Lucas, Dustin, Will dan Eleven yang menginvestigasi teman mereka Will Byers yang tiba-tiba menghilang usai bermain D&D. Hal yang tidak kalah menarik adalah Stranger things merupakan drama yang menambahkan aspek supernatural. Stranger things merupakan serial yang konsisten dalam hal rating. Tidak heran kalau serial ini banyak peminatnya. Selain menyuguhkan cerita yang berbasis sci-fi, serial ini juga bisa ditonton oleh hampir semua kalangan. Mulai dari mereka yang hidupnya tidak jauh dari tahun 80-an hingga anak-anak zaman milenial. Selain itu banyak pesan yang bisa diambil dari serial ini seperti persahabatan, kerjasama, dan kejadian-kejadian sosial lainnya yang sering terjadi seperti bullying dan permasalahan keluarga.

3. Chernobyl

Berbeda dengan Game of Thrones dan Stranger Things yang merupakan serial fiksi, Cernobyl adalah serial yang diambil berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Uni Soviet pada bulan April tahun 1986. Serial tv ini diproduksi oleh HBO, dan ditulis oleh Craig Mazin. Cernobyl mengisahkan bencana nuklir yang terjadi di Ukrainian Soviet Socialist Republic (Soviet Union), dan siapa saja yang bertanggung jawab atas bencana ini. Mungkin bagi orang diluar Uni Soviet yang tidak mengetahui hal ini belum terlalu familiar dengan ceritanya. Memang ada sedikit yang diubah dari yang sesungguhnya, namun hal ini tidak menghilangkan esensi dari cerita ini. Serial dengan 5 episode ini menceritakan sudut pandang Legasov yang menceritakan kejujuran dan apa yang ia pahami sebenarnya terjadi dan siapa dalang dari bencana tersebut, sebelum akhirnya ia mengakhiri hidupnya. Serial ini akan membuat perasaan kamu bercampur aduk. Mungkin lebih banyak marah karena ini merupakan kejadian nyata dan tidak sedikit nyawa yang terenggut akibat bencana ini. Belum lagi efek yang ditimbulkan pasca ledakan yakni radiasi yang menyebar melalui udara dan kematian mengenaskan dari para volunteer yang memiliki niat yang baik untuk menyelamatkan daerah tersebut.

4. 13 Reason Why



13 Reasons Why merupakan serial original Netflix yang menceritakan kehidupan seorang remaja bernama Hannah Baker yang bunuh diri karena 13 alasan yang ia rekam dalam sebuah tape untuk dibagikan kepada mereka yang disebut dalam kaset tersebut. Untuk orang-orang tertentu, mungkin serial tv ini tidak layak untuk ditonton. Namun sebenarnya banyak nilai yang bisa dipetik dari serial tv ini termasuk salah satunya adalah no bullying. 13 Reasons Why bisad dikatakan serial tv yang berani untuk buka-bukaan soal masalah sosial dan pressure yang dihadapi saat sesorang memasuki dunia remaja, dimana ia baru mencari jati dirinya. Ceritanya bagus, namun ada adegan-adegan yang sangat keras. Saran saja, bagi kamu yang trauma atau yang mengalami deperesi, kamu tidak disarankan untuk menonton serial ini. Baru-baru ini meluncurkan season 3 yang meneruskan cerita season 2 setelah misteri kematian Hannah Baker terungkap dan para penonton dibikin penasaran dengan cliffhanger ending season 2. Satu lagi pesan yang diangkat dari serial ini adalah untuk speak up. Jika kamu mengalami hal yang serupa atau kamu melihat ada orang yang mengalami hal serupa, kamu jangan diam saja melainkan harus melaporkannya. 13 Reasons Why juga mempunyai organisasi khusus untuk menangani problem seperti mental health. 

5. The Act 

Satu lagi serial televisi yang diangkat berdasarkan kisah nyata adalah The Act. The Act adalah sebuah limited series yang diproduksi oleh Hulu. Serial ini menceritakan tentang seorang ibu yang bernama Dee Dee Blanchard dan anak perempuannya Gypsy Rose Blanchard yang harus berpura-pura akting seolah-olah ia sakit berat untuk meraup keuntungan. Secara keseluruhan, The Act menceritakan tentang seorang anak yang tidak bisa ‘bergerak bebas’ dan tidak diperbolehkan ibunya untuk menjadi dirinya sendiri karena ibunya ‘percaya’ bahwa ia sakit. Sebenarnya ibunya menyayangi Gypsy tetapi dengan cara yang berbeda sehingga membuat Gypsy tertekan karena ia tidak bisa hidup layaknya anak normal lainnya. Karena tidak bisa melakukan apa yang ia lakukan, Gypsy (Joey King) diam-diam menjadi pembangkang tanpa sepengetahuan ibunya. Kalau kamu menonton serial ini, kamu bisa marah, bisa kaget, bisa takut dan bisa berempati. Pokoknya campur aduk deh.

Penulis :
Irene H. @irenehelmin

IT Chapter Two : Akhir Petualangan The Loser Club

|

padapanik.com - IT Chapter 2 mengmbil setting 27 tahun setelah IT chapter 1. Kali ini The Losers Club kembali lagi ke Derry, ketika teman lama mereka Mike yang masih tinggal disana mengetahui bahwa Pennywise telah kembali. Jadi the Losers mau tidak mau harus berkumpul kembali untuk menemukan cara bagaimana mereka bisa mengalahkan Pennywise, kali ini untuk selamanya. Hal pertama yang membuat para penggemar film adaptasi dari novel Stephen King ini adalah casting. What a cast! The Losers Club versi muda dan tua benar-benar sangat mirip dan semuanya adalah actor dan aktris ternama yang talentanya sudah tidak diragukan lagi. 

Film ini berdurasi lebih 2 jam 49 menit, ada beberapa adegan yang membosankan. Seharusnya apabila film ini masih bisa dipangkas durasinya sehingga tidak membuat penonton lengah atau merasa bosan saat berusaha memahami alur ceritanya. Salah satu komponen menarik dari film ini adalah bagaimana kehidupan The Losers Club 27 setelah 27 tahun. Hal ini dibahas lebih lanjut dalam film yang menampilkan tiap karakter dengan kehidupannya masing-masing sebagai orang dewasa. Salah satu karakter yang menarik perhatian adalah Richie yang diperankan oleh Finn Wolfhard (Richie versi anak-anak) dan Bill Hader (Richie versi dewasa). Richie merupakan karakter yang lucu. Namun dibalik kelucuannya, ia menyimpan sebuah rahasia tentang jati dirinya dan cara mereka menampilkan storyline Richie membuatnya mendapat pujian yakni karakter dengan best arc.

Hal lain yang membuat film ini tidak berbeda dengan film pertama adalah the vibe. Chemistry dari The Losers Club cukup meyakinkan penonton bahwa mereka adalah orang yang sama dengan sebelumnya, seolah-olah hal tersebut nyata. Karakter lain yang dipuji performanya adalah Pennywise sendiri. “Bill Skarsgård is terrifying!”. Adik dari Aelxander Skarsgård itu memerankan the dancing clown dengan sangat baik. Ia berhasil membuat penonton takut setelah ia menjelma menjadi Pennywise. Ekspresi dan tingkahnya yang benar-benar menjiwai karakter dan membuat penonton takjub. Namun seperti serial originalnya, sayang sekali film ini tidak sebagus film pertama.


Mengapa? Film ini pada dasarnya bercerita tentang Mike yang menghubungi teman-teman lamanya untuk kembali ke Derry lalu menghadapi Pennywise. Namun entah mengapa, bisa jadi hampir 3 jam karena ada beberapa adegan yang terlalu lama. Coba kalau adegan yang harusnya mungkin dihapus saja untuk dimasukan dalam versi Blu ray. Ada juga beberapa adegan yang tidak ada di buku, namun ada di film atau sebaliknya. Untung saja film ini tidak flat karena ada adegan yang lucu dan juga sedih yang membuat perasaan kamu bercampur aduk. Lalu ada yang mengganjal yakni penampilan The Losers Club versi anak-anak yang di CGI untuk membuat mereka terlihat lebih muda, karena actor yang memerankannya sudah besar dan suaranya juga terdengar sedikit aneh mungkin pitchnya diedit sehingga suaranya terdengar lebih tinggi dari aslinya. Namun secara keseluruhan  filmnya bisa dikatakan bagus. Memang tidak sebagus film pertama namun tidak begitu buruk juga. 

It Chapter 2 
Director : Andy Muschietti
Rating : 7/10

Penulis :
Irene H. @irenehelmin