Banner

ADVERTISE

SE-PEKAN MENEMUKAN PASSION JURNALISTIK

|

padapanik.com - Hampir setiap tahun, Mahasiswa Jurnalistik membuka pintu rumah nya untuk siapapun agar masuk dan mempelajari lebih jauh tentang dunia mereka. Perilaku mahasiswa Jurnalistik memang random tapi seru, mungkin hanya sedikit yang bisa kita lihat dari perilaku mereka sehari-hari. Tanpa tahu bagaimana serunya dunia profesi mereka. Keluarga Mahasiswa Jurnalistik (KMJ) UNISBA di tahun ini kembali membuat "Pekan Jurnalistik" yang dimulai 24-29 mei 2016. Jika mengikuti semua rangkaian acaranya, kalian pasti tahu bagaimana serunya Jurnalistik, bahkan sebagian menemukan passion nya.



Pekan Jurnalistik di mulai dengan "Studium Generale" atau Kuliah umum yang dikemas dengan format Talkshow. Mengangkat tema "Passion Journalism" dalam kuliah kali ini KMJ ingin memperlihatkan pekerjaan lain dari seorang jurnalis yang ternyata sangat fleksibel mengikuti minat dan hobi. Adalah Haryadhi salah satu lulusan Jurnalistik yang sekarang bekerja sebagai komikus, Penulis dan 3D Animator. Dimana sisi Jurnalistik nya? Ternyata selain membuat komik yang entertaining, beliau juga menjadikan komik sebagai media komunikasi nya untuk mengkritisi keadaan sosial atau politik yang menganggu pikiran nya. Ia dikenal dengan komik strip online nya yang berjudul "Kostum (Komik strip untuk umum)" dengan pembahasan dan sudut pandang nya yang berani. Bahkan beberapa komikus lain bingung dengan keberanian nya. Tidak jarang, Komikus yang tidak dapat izin kuliah DKV ini mendapatkan peringatan karena karya nya di banned.


Medina Kamil, menjadi pemateri kedua yang ditampilkan sebagai sosok jurnalis yang mengikuti passion nya yaitu traveling. Namanya mungkin sudah tidak asing di telinga para Traveler atau penonton setia "jejak petualang" karena ia adalah salah satu host nya. Karena mengikuti passion nya, ternyata membuat wanita penerima penghargaan "Perempuan Tangguh" dari salah satu brand shampoo sempat terdampat di pulau tidak berpenghuni selama 4 hari. Ia juga berhasil menyelesaikan misi ekspedisi papua selama 40 hari dengan keadaan sederhana. Menurutnya, pihak TV sangat kesulitan menemukan host untuk program acara ini karena beberapa sebelumnya menyerah dengan cepat. Karena passion lah yang membuat Medina Kamil bertahan sebagai seorang presenter traveling yang mana itu juga adalah bagian dari dunia kerja Jurnalistik.


Pekan Jurnalistik di lanjutkan dengan "Pameran Foto dan Seminar" selama 2 hari. Jika di tahun sebelumnya mereka mengangkat tema "Mayday" di tahun ini mereka kembali dengan tema yang sangat menarik. "Budaya musik punk dalam sosial masyarakat" yang selama ini mendapat stigma negatif di sosial masyarakat. Tidak hanya itu, dihari kedua juga diisi dengan seminar dengan pembicara yang tidak kalah menarik. Heri "Ucok" (Ex Homicide, Grimloc Records), Rio Tantomo (Jurnalis Musik), Reggi Kayong (Aktivis sosial).


Pekan Jurnalistik di tutup dengan menjelajah "Kota Jurnalistik" di rangkaian penutup One day Journalistic dengan coaching clinic diberbagai bidang Jurnalistik seperti Photography, News Anchor, Cameraman, dan Editor. Acara ini juga disuguhi dengan pementasan musik dari band-band lokal bergengsi seperti The Fox and the thieves, 5 Petani, Hollywood Nobody sampai Patrolice. Jangan lupa dekorasi acara yang menarik diperkuat dengan video mapping ala Sembilan Matahari menjadi salah satu daya tarik acara ini. Rasa kekeluargaan dalam acara ini sangat terasa, semua panitia ikut bernyanyi sambil bernafas lega melihat acara yang mereka perjuangkan sejak lama ini. Dihadiri juga para alumni dari berbagai daerah juga dosen. Salah satu nilai plus acara ini adalah panggung dan sound nya sangat baik, sayang sekali apresiasi dari mahasiswa setempat sendiri kurang tinggi. Padahal acara tersebut berpotensi lebih ramai lagi.

Penulis dan foto :
Ashari @arhieashari, sedikit berjiwa jurnalistik
Foto (SG) :
Feari @fearikrisna, anak jurnalistik asli.. 

No comments:

Post a Comment