Banner

ADVERTISE

Koala Kumal : Sebuah komedi patah hati lagi

|

padapanik.com - Raditya dika kembali dengan karya terbaru nya, Koala kumal. Lagi-lagi diangkat dari sebuah buku nya yang selalu laris manis kayak kue cubit greentea. Dan seperti biasa, hewan menjadi inspirasi nya dalam menganalogi kan keresahan nya. Kali ini sebuah lukisan koala di sebuah hutan di Australia yang habis di tebang dirasakan Raditya dika sebagai sebuah peristiwa kembali nya seseorang ke suatu tempat yang telah ditinggalkan, namun terasa sangat berbeda ketika pulang.

Koala kumal, rasanya tidak perlu di beri sub judul "Sebuah komedi Patah Hati". Karena hampir semua film dan karya Raditya dika berbicara tentang patah hati. Bedanya, keadaan nya di buat se complicated mungkin sehingga menjadi film Patah hati terhebat yang pernah di buat Raditya Dika.

Dika (Raditya Dika) harus merasakan patah hati di ambang pernikahan nya dengan Andrea (Acha Septriasa) yang merasa bertemu dengan cinta sejatinya James (Nino Fernandez). Keadaan tersebut membuat Dika merasakan patah hati terhebatnya sehingga menganggu produktivitas nya menyelesaikan buku terbaru dan tidak bisa menemukan pengganti Andrea dalam kurun waktu yang lama. Hingga akhirnya Dika bertemu Trisna (Sheryl Sheinafia) seorang ketua club buku dengan kepribadian yang unik dan berusaha menjadi pahlawan yang membantu Dika menyelesaikan masalah nya dan keluar dari patah hati terbesarnya. Sayangnya Trisna memiliki ide-ide yang absurd dan tidak mudah untuk berhasil begitu saja. 

Setelah menonton film nya, saya pribadi hampir tidak mengingat cerita mana yang diangkat dalam buku nya. Saya sudah membaca buku Koala Kumal dan tidak familiar sama sekali dengan tiap adegan nya. Raditya Dika hanya mengangkat benang merah dari analogi Koala Kumal dalam buku nya.

Lagi-lagi film ini punya kekuatan yang kuat karena dari pemain utama hingga figuran memiliki nama-nama besar yang sudah memiliki penggemarnya masing-masing. Stand up comedian seperti McDanny, Rahmet Ababil, Hifdzi Khoir, Muhadkly Acho, Ernest Prakasa dan Yudha Keling tentunya. Duet Ernest dan Raditya dika jauh lebih klop di bandingkan di Trio di film "single" (Pandji dan Babe). Sayangnya, scene nya tidak begitu banyak. Duet tersebut mengingatkan saya pada kesuksesan duet Raditya Dika dengan Ryan Andriandy yang sukses di serial Malam Minggu Miko. Bad news nya, beberapa komika lainnya terasa tidak maksimal. Atau tidak di maksimalkan oleh script. Entahlah.


Film ini juga terbantu dengan peran para Youtubers familiar yang lalu lalang sebagai cameo dalam film ini. Tomy Limmm, Kevin Anggara, Arif Muhammad, Pao Pao LDP, Duo Harbatah, dan duo pasangan Indovidgram Ardina Putri dan Dhino haryo yang cukup mengambil peran dalam film ini. Youtubers sepertinya mulai menjanjikan aktor-aktor baru berbakat.

Raditya dika memanfaatkan momen film ini untuk berduet dengan nama-nama besar dalam dunia perfilman tanah air. Selain itu, Dika berani berduet dengan Acha Septriasa yang mungkin jauh lebih berpengalaman. Sheryl mungkin menjadi salah satu daya tarik terkuat film ini. Dika sepertinya sudah sangat mempersiapkan karakter Trisna untuk Sheryl, bahkan gaya komedi nya berbeda dengan karakter Dika yang absurd dan konyol. Sedangkan karakter Trisna di buat lucu dengan komedi situasi yang sederhana tapi pecah. Sayangnya karakter Trisna yang sok tau, punya ide-ide absurd yang selalu gagal, dan percaya diri mengingatkan saya pada karakter Ryan di serial Malam minggu miko. Hampir tidak ada bedanya kecuali gender dan latar belakang kehidupan karakternya.

Jika film "single" terlalu mengandalkan kualitas Cinematografi dan Visual Effect nya, di Koala kumal dibuat seimbang. Meskipun tidak terlalu mewah seperti film sebelumnya, kualitas Cinematografi nya sangat memanjakan mata di seimbangkan dengan script komedi absurd khas Raditya dika. Yah seperti biasa, selalu saja ada punchline yang miss. Menulis script komedi memang berat. Dan sebagai stand up comedian, Raditya dika jelas meletakan punchline terbaik nya di akhir layaknya sebuah set Stand up comedy. Dan tentunya di akhiri dengan kalimat-kalimat baper seperti di setiap karya nya.

Bagi saya, mungkin ini salah satu film terbaik Raditya dika.  Jika film "Single" terkesan hambar dan drama, Film Koala kumal menyeimbangkan komedi dan drama nya dengan sangat baik. Saran saya, sebaiknya Raditya dika tidak terlalu memberi embel-embel komedi pada film selanjutnya. Karena ekspetasi penonton akan lebih mengarah ke komedi daripada jalan ceritanya. Sehingga wajar jika mendapat banyak kritikan negatif. Andai film Koala Kumal di sounding sebagai film drama, komedi nya akan dianggap sebagai nilai plus nya. Sedangkan jika di sounding sebagai film komedi, orang akan fokus kepada setiap scene dengan harapan ada punchline yang lucu di setiap akhir scene nya. Padahal sejak dulu, karya Raditya dika tidak hanya soal komedi tapi juga soal keresahan.

                       
Penulis :
Ashari @arhieashari, penonton Koala kumal di akhir-akhir penayangan karena mudik. 

No comments:

Post a Comment