Banner

ADVERTISE

Bergoyang sepuasnya di PR Festival

|

padapanik.com - Sudah hampir mendekati akhir tahun, biasanya event-event kampus mulai menghabiskan sisa tenaga nya untuk event penutup yang di harapkan megah. Persiapan panjang, mulai dari konsep hingga menemukan relasi dan sponsorship dilakukan habis-habisan. Salah satu event yang menutup akhir tahun ini adalah PR Festival (Public Relations). Event tahunan yang dilaksanakan anak-anak HIMA PR UNISBA ini mulai menemukan pola festival yang ideal. Beberapa tahun terakhir mulai mendapat respon yang tinggi. Sajian Musik dan Rangkaian acara yang matang dan rapih membuat PR Festival mungkin menjadi salah satu yang ditunggu di akhir tahun depan. 


Setelah 2 tahun terakhir mencoba untuk menemukan venue yang ideal, di tahun ini akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke area kampus. Mengusung tema "Chemistree", PR Fest kembali mengidentikan diri dengan kepedulian terhadap lingkungan. Pra event yang dilakukan di Car Free Day Dago juga merupakan momentum yang baik. Mereka menukarkan tiga buah botol plastik bekas dengan totebag cuma-cuma. Simple tapi berkesan. 

Hingga akhirnya Minggu (11/12) menjadi puncak acara. Line up yang di tampilkan tentu tidak main-main. Beberapa festival tidak berani mengambil resiko dengan line up yang itu-itu saja. Dana besar dan performer besar hampir semuanya sama. Tidak hanya penonton, mungkin media partner juga bosan? Meskipun festival-festival tersebut tetaplah ramai. 


Panda Selecta, Fourtwnty, RNRM, dan O.M. PMR bagi kami cukup dan mengenyangkan. Tidak berlebihan tapi tidak ingin di lewatkan. Apalagi ini acara gratis. Pastinya tidak hanya empat band itu saja, ada banyak performer lainnya yang mungkin menarik perhatian penonton lain. 

Sempat break panjang dan diguyur hujan. Akhirnya Fourtwnty naik keatas panggung. Ini pengalaman pertama menonton mereka, padahal mereka mengaku hampir tiap bulan tampil di Bandung. Beberapa penikmat mereka pun terlihat mulai maju ke barisan depan. Tanpa malu-malu bergoyang bersama. Musik band Ari lesmana dkk ini membuat kepala melayang-layang sampai akhirnya berjoget, di lanjutkan lagi dengan RNRM yang pastinya tidak akan membuat penonton diam. 


Hanya break sebentar, Orkes Moral Pengantar Minum Racun naik ke stage, penonton dan panitia kini berbaur menjadi satu kelompok dan menikmati performer terakhir bareng-bareng. Musik Orkes legenda ini memang mudah untuk berjoget. Di hajar dengan lagu-lagu andalan seperti "Yang Hujan Turun Lagi", "Judul-Judulan" dan "Malam Jumat kliwon". Bisa dibayangkan betapa padat nya penonton di venue. Tidak lupa, Joni Iskandar dkk menampilkan lagu parodi dari lagu Naif, Efek Rumah Kaca dan Seringai yang sebelumnya di masukan ke dalam EP mereka.

Sebelum lagu terakhir, PMR memberi kejutan dengan memparodikan lagu Kunto Aji "Terlalu lama sendiri" menjadi "Too long to be alone" yang mengambil sudut pandang bahwa umur mereka yang sudah tidak muda lagi, bahkan beberapa teman mereka sudah pergi (meninggal dunia). Lagu yang sedih tapi terdengar tetap lucu karena di bawakan oleh PMR. Lagu ini sempat di bawakan di beberapa panggung sebelumnya, bahkan di Synchronize fest pernah di bawakan dan berduet langsung dengan pemilik lagu asli.

OM PMR adalah pilihan yang jenius untuk mengakhiri pertujukan malam itu. Meskipun penonton tetap meminta satu lagu lagi. Sajian musik di PR Festival berhasil menghibur dan memuaskan kebutuhan gigs di malam minggu bandung yang selalu hujan. Sampai jumpa tahun depan!

Penulis :
Ashari @arhieashari, penikmat gigs sepi pengunjung
Foto :
Anton @antonekaputra, gitaris yang malang melintang di sudut-sudut kampus.

No comments:

Post a Comment