Banner

ADVERTISE

Rekomendasi Film di kala Hujan

|

padapanik.com - Hujan mulai reda, tapi karena bulan desember pasti bakalan banyak yang muterin lagu Desember nya Efek Rumah kaca, kayaknya desember ini bakal tetap hujan deh. Setelah rekomendasi lagu yang cocok untuk musim hujan. Nah kali ini, Padapanik punya beberapa rekomendasi film bertemakan hujan yang bisa jadi tontonan kalian. Apa saja filmnya?


CINTA PERTAMA (2006)


Film pertama sempat booming di tahun 2006 dengan judul Sunny (Cinta Pertama). Film yang diperankan oleh Bunga Citra Lestari dan Ben Joshua ini bercerita tentang bagaimana romantisnya cinta jaman SMA. Film bermula dari Alia (Bunga Citra Lestari) yang akan bertunangan dengan Abi (Richard Kevin). Keesokan harinya, ketika Abi berkunjung ke rumah Alia, ia mendapati Alia tidak sadarkan diri. Ternyata pembuluh darah di otak Alia pecah dan Alia divonis mengidap kanker otak. Tak sampai disitu, Alia juga mengalami koma saat ia berada di rumah sakit. Cerita berlanjut dengan alur mundur ketika Alia jaman SMA. Alia pertama kali jatuh cinta dengan Sunny (Ben Joshua) saat Sunny sedang bermain basket di lapangan sekolah. Berbagai perjuangan dilakukan Alia untuk bisa dekat dengan Sunny. Ia tidak berani untuk mengungkapkan perasaannya pada Sunny. Meskipun begitu, ia juga yakin jika Sunny memiliki perasaan yang sama dengannya. Beberapa adegan haru tergambar ketika Alia yang tertidur dalam koma nya dan Sunny yang sudah berada disebelahnya. Abi yang menyuruh Sunny untuk datang menjenguk Alia dengan tujuan agar kondisi Alia membaik. Namun, hasilnya nihil, Alia tidak menunjukkan perubahan yang membaik. Akhirnya Sunny memilih untuk kembali pulang karena ia takut rumah tangganya rusak karena masalah ini. Saat itu, Sunny sudah memiliki istri. Sebelum pulang, Sunny mencium kening Alia dan membisikan kata yang membuat airmata Alia menetes sepeninggal Sunny. Beberapa jam setelah Sunny pulang, akhirnya Alia menghembuskan nafas terakhirnya bersama dengan semua kenangan mereka jaman SMA. Dalam cerita ini, Alia mendeskripsikan dirinya yang sangat menyukai gerimis. Katanya, gerimis itu lebih romantis dari hujan dan kembali mengingatnya pada Sunny.

“Seseorang yang pikir adalah milik kita, ternyata bukan benar-benar milik kita. Kita memiliki hatinya, tubuhnya dan cintanya. Tapi kita tidak akan pernah menjadi jalan hidupnya.”

MAGIC HOUR (2015)
                                                  

Film romantis berjudul Magic Hour ini ditayangkan dibioskop pada tahun 2015. Berceritakan tentang kisah cinta yang rumit antara Raina (Michelle Ziudith) yang dipertemukan dalam sebuah kencan terencana antara dirinya dengan Dimas (Dimas Anggara). Sebenarnya, Dimas seharusnya berkencan dengan Gweny (Nadya Arina) yang merupakan kakak Raina. Tetapi, Gweny menolak untuk dijodohkan dan ia memaksa Raina untuk menggantikannya dengan mengaku sebagai Gweny. Pertemuan malam itu ternyata menimbulkan benih-benih cinta antara Raina dengan Dimas. Raina sering menghabiskan waktunya untuk bersama Dimas. Namun, ternyata perjalanan cinta mereka tidak semudah itu. Gweny akhirnya bertemu langsung dengan Dimas dan jatuh cinta dengannya. Bersamaan dengan itu, Toby (Rizky Nazar) yang merupakan sahabat kecil Raina mengungkapkan perasaannya yang selama ini terpendam pada Raina. Disebuah jamuan makan malam, Dimas memberanikan diri untuk berbicara didepan ibunya dan ibu Gweny jika ia menyukai Raina. Hal itu membuat Gweny kesal dan mendorong Raina sampai terjatuh dan tidak sadarkan diri. Ketika Raina terbangun dari rumah sakit, ia menyadari jika kedua bola matanya tidak berfungsi lagi. Raina mengalami kebutaan dan membuatnya tidak berhenti menangis. Dimas yang sebenarnya divonis kanker akhirnya memutuskan untuk mendonorkan kedua matanya pada Raina tanpa sepengetahuannya. Bersamaan dengan kedua mata Raina yang kembali berfungsi, Raina kembali menjalani hidup dengan Dimas. Namun, Raina merasa jika ada sesuatu yang tidak beres dengan Dimas. Dimas tidak seperti yang biasanya. Dan ternyata dugaannya tepat. Dimas yang ia kenal saat itu, bukan Dimas yang sesungguhnya melainkan saudara kembar Dimas yang diminta oleh Dimas untuk menjaga Raina ketika ia tiada. Dalam cerita ini, Raina diperankan sebagai karakter gadis ceria yang sangat menyukai hujan. Bahkan dalam sebuah adegan, ia mengungkapkan pada Dimas jika sebelum bertemu dengan Dimas, Magic Hour nya adalah ketika hujan turun. Namun ketika bertemu dengan Dimas, Magic Hour bagi Raina adalah saat melihatnya.

“Bagiku, Magic Hour adalah waktu dimana semua keajaiban, keindahan langit, terlukis didepan mata kita. Seperti saat aku melihatmu.”

RECTOVERSO : FIRASAT (2013)
                                                

Film ketiga datang dari tahun 2013 berjudul Rectoverso: Firasat. Salah satu film yang terdiri dari lima cerita yang berbeda ini disutradarai langsung oleh Rachel Maryam. Film Rectoverso: Firasat ini bercerita tentang Klub Firasat yang setiap minggu akan mengadakan kumpul anggota untuk berbagi cerita dan petanda yang dialami. Senja (Asmirandah) adalah salah satu anggota yang bergabung karena merasa banyak firasat yang ia rasakan ketika ada orang terdekatnya yang akan meninggal dunia. Ia merasakan firasat itu bersamaan dengan ayah dan adiknya yang telah tiada. Disamping itu, hal lain yang membuat Senja tertarik untuk bergabung dalam Klub Firasat adalah karena adanya Panca (Dwi Sasono) yang merupakan ketua Klub. Beberapa kali, Panca bertemu dengan Senja untuk membahas tentang petanda yang Senja rasakan karena ia tidak pernah berbagi cerita selama klub. Sampai suatu hari, Senja kembali merasakan firasat yang sama tentang orang yang akan meninggal dunia. Dengan ragu ia mengabarkan kepada Panca tentang firasatnya tersebut. Panca yang memiliki sifat bijaksana berusaha menenangkan Senja untuk selalu menerima takdir yang diberikan oleh Tuhan. Hingga akhirnya di akhir cerita, tidak ada yang tahu apakah Senja atau Panca yang akhirnya meninggalkan dunia. Dalam cerita ini, Senja melampiaskan rasa sedih yang tidak bisa diungkap dengan menangis dibawah air hujan.

“Dunia tidak lagi sama. Hidup ini menjadi asing. Aku sedih untuk sesuatu yang tak kutahu. Aku galau untuk sesuatu yang taka da. Dan hari ini ingin menunjuk sesuatu yang bisa menjadi sebab, tapi tak kutemukan apa-apa. Pada saat yang sama, seluruh sel tubuhku berkata lain. Mereka tahu sesuatu yang tak dapat digapai pikiran. Apa rasanya, jika tubuhmu sendiri menyimpan rahasia darimu?”

Jealousy Incarnate (2016)
                                                

Film selanjutnya datang dari negeri Gingseng yang booming tahun ini berjudul Jealousy Incarnate. Drama romantis komedi ini bercerita tentang persaingan yang terjadi di stasiun penyiaran. Film ini berlanjut tentang kisah cinta Pyo Na Ri (Gong Hyo Jin) yang merupakan seorang peramal cuaca yang sering salah dalam memberikan ramalannya. Mulanya ia jatuh cinta dengan Lee Hwa Shin (Jo Jung Suk) yang merupakan seorang pembawa acara terkenal di stasiun tersebut. Bersamaan dengan itu, ia bertemu dengan pria yang sangat baik bernama Go Jung Won (Go Kyung Pyo) saat berada di pesawat. Ternyata Go Jung Won adalah sahabat lama Lee Hwa Shin. Cinta segitiga ini dikemas dengan komedi yang membuat penonton akan tertawa melihat tingkah lugu Pyo Na Ri yang berlatarbelakang wanita sederhana yang berhasil membuat dua pria kaya raya itu jatuh cinta padanya.
“If we act like announcers, will people treat us like announcers?”

Cloudy of The Chance Meatballs (2009)

                                                   

Film terakhir adalah kartun yang sempat terkenal ditahun 2009. Berbeda dengan film-film sebelumnya yang bercerita tentang hujan air, film ini justru memberikan suasana baru dengan hujan yang tidak biasa. Flint Lockwood (Bill Hader) adalah seorang calon ilmuwan yang tinggal di Swallow Falls, pulau kecil ditengah lautan Atlantik. Ayahnya yang bernama Tim (James Caan) merupakan seorang penjual sarden yang merupakan sumber utama perekonomian kota. Karena merasa bosan dengan makanan sehari-hari mereka tersebut, akhirnya ia berencana untuk menciptakan kebahagiaan kota dengan membuat hujan makanan. Dengan mesin yang ia namakan Flint Lockwood Diatonic Super Mutating Dynamic Food Replicator (atau disingkat FLDSMDFR), ia berhasil mengubah hujan air menjadi hujan makanan. Kota tersebut seketika berubah menjadi kota yang dihujani makanan lezat seperti burger, permen, coklat, dll. Keberhasilan Flint tersebut akhirnya mempertemukannya dengan Samanta “Sam” Sparks (Anna Faris) yang adalah seorang pembawa berita ramalan cuaca. Ditengah kegembiraan karena mesin yang berhasil dan perasaan jatuh cinta dengan Sam, Flint mengalami masalah baru. Secara tiba-tiba, hujan makanan yang turun berubah menjadi makanan dalam ukuran raksasa. Hal ini yang membuat Flint, Sam, Tim dan beberapa penduduk lainnya berusaha untuk menghentikan hujan makanan tersebut. Petualangan dimulai ketika Flint dkk berada didalam awan pengendali hujan makanan tersebut.
“You don’t keep throwing your net where there aren’t any fish”

Itulah beberapa film tentang hujan yang dapat menjadi rekomendasi tontonan kalian. Jangan lupa, sedia payung sebelum nonton film-film diatas ya, guys!  

Penulis :
Novia @noviafadina, pawang hujan 

No comments:

Post a Comment