Banner

ADVERTISE

JUSTICE LEAGUE : You can't save world alone

|


Terserah kalian #TimMarvel atau #TimDC. Film Superhero dari kedua studio tersebut akan selalu laris, bagaimana pun hasil film nya. Makin banyak karakter dalam satu scene, maka makin banyak penonton. Jika Superhero dulunya banyak berbicara tentang keberagaman, akhir-akhir ini film superhero adalah film tentang pentingnya kolaborasi!

padapanik.com - Jika Marvel dalam 2 tahun kedepan akan mengakhiri kisah Avengers nya, DC baru saja memulai debut tim super nya. Secara popularitas, karakter-karakter DC memang jauh lebih dikenal dan jauh lebih akrab di masyarakat awam. Sehingga animo nya mungkin akan menjadi lebih besar. Penggemar karakter Superman dan Batman misalnya, di Indonesia sendiri bahkan ada komunitas nya. Ditambah lagi kemunculan karakter Wonderwoman yang fans nya makin bertambah ketika film perdana nya tayang di bioskop atau karakter Flash yang sukses dengan series nya. Karakter-karakter DC cukup akrab dari kecil. Mau itu dari komik, animasi, toys, sampai film. 

Jadi apakah Justice League akan meraih keuntungan besar di Indonesia? Harusnya sih iya.

Setelah kematian Superman (Henry Cavill), Kota menjadi tempat yang mengkhawatirkan. "world without hope", kematian sang superhero memunculkan kekhawatiran masyarakat dan memancing kejahatan untuk lebih leluasa. Bruce Wayne (Ben Affleck) menyadari perubahan tersebut. "You can't save world alone". Setelah kehilangan, Bruce berusaha mengumpulkan manusia berkemampuan khusus untuk menjadi sebuah tim yang kuat. Bagaimana menyatukan orang-orang dengan ego berbeda dan tujuan yang berbeda? Masih butuhkah kehadiran Superman? 

Justice League dikemas lebih ringan daripada film-film DC lainnya. Meskipun tidak semua jokes nya berhasil. Pembagian peran Cybrorg (Ray Fisher) dan Flash (Ezra Miller) sangat menarik di gambarkan tidak begitu kontras tapi penting. Hampir tiap karakter dibuat penting dalam film kali ini sehingga akan sulit jika tidak ada salah satunya. Film ini juga berhasil menggambarkan kecepatan Flash dengan baik, bahkan karakter nya cukup memecah suasana dark dalam film ini. Setelah film ini, film solo flash sepertinya tidak perlu di ragukan lagi bakal laku atau tidak. Tapi kenapa scene Wonderwoman selalu dibuat slow motion yah?

Secara keseluruhan Alur nya baik, story nya pas sehingga tidak pernah ada part yang boring. Secara pribadi saya hanya merasa saat Justice League berkumpul, tidak terasa keren, biasa aja. Apa angle camera dan backsound berpengaruh kali. Scene paling keren hanya saat bangsa Amazon berperang. Satu lagi, Steppenwolf (Ciaran Hinds) yang jadi villain terasa lemah sekali, sehingga koreo fighting nya tidak ada yang memorable. Aquaman (Jason Momoa) juga digambarkan tidak detail, sehingga saat di darat, yang kita tahu Aquaman hanya bisa bertarung langsung dengan garpu besar nya. Sayang sekali. 

Justice League sangat layak untuk di tonton, mengingat ini salah satu film DC yang cukup fresh dibandingkan film-film sebelumnya. Salut dengan Trailernya yang tidak banyak Menarik untuk menunggu apalagi yang akan di lakukan DC untuk meningkatkan kualitas film-film selanjutnya. Film ini penuh kejutan, tutup review nya lalu segera ke bioskop!

7.5/10 

Penulis :
Ashari (@arhieashari

No comments:

Post a Comment