Banner

ADVERTISE

Pengalaman Menikmati konser Monokrom Tulus dari kategori tiket termurah

|


padapanik.com - Album ketiga dari Tulus berjudul "Monokrom". Album ini sudah rilis 2 tahun lalu kira-kira Agustus tahun 2016. Dibanding dua album sebelumnya, Album Monokrom adalah album yang paling banyak eksplorasi nya. Misalnya nuansa Orkestra dalam lagu "Pamit" atau Ukulele sebagai Rhytm di lagu "Mahakarya". Lagu-lagu album ini jelas bukan lah lagu yang mudah untuk dinyanyikan sendirian, karena entah kenapa Tulus senang sekali membuat lagu yang bersahut-sahutan. Album ini serumit itu, sudut pandang nya pun gak kalah rumit. "Ruang sendiri" menambah satu lagi masterpiece penulisan lirik dari Tulus dengan sudut pandang yang mahal, selain "Sepatu" dan "Jangan cintai aku apa adanya". 

Baca juga : Review album Tulus "Monokrom" 

2 tahun album ini berlalu, Tulus tiba-tiba mengadakan konser "Monokrom" di Bandung. Entah kenapa ini terlalu lama atau baru ada EO yang mau ngadain? Atau Bandung adalah kota terakhir? Entahlah, toh apresiasi nya masih luar biasa. Tiket presale sold out sebelum poster nya dirilis oleh Media partner. Tiket di bagi menjadi Festival A, Festival B dan C, VIP A, VIP B dan C. Jika dari harga on the spot, Festival B dan C memang yang paling murah hanya Rp.250.000,-


Kami dari padapanik dan beberapa media lain di beri Festival C, beberapa media lainnya di beri Festival B. Jadilah kami meliput dari penonton tanpa ada tanda ID card media, kami tidak bisa masuk ke barikade. Sial nya lagi, dari sudut pandang Festival C, pandangan kami terhalang oleh Operator Sound, dan sebuah kain hitam. Sesekali kami melihat Tulus namun lebih sering terhalang oleh keyboardist yang membelakangi. Tadinya kami pasrah, tidak akan ada foto yang berhasil pikir kami. Beberapa media pun begitu, bahkan ada yang pulang setelah lagu ketiga.


Ya sudah mari menikmati. Konser ini memang sangat baik dari segi sound system dan divisi pencahayaan, keduanya bikin suasana semakin maksimal. Konser di mulai dengan orkestra memainkan lagu-lagu Tulus secara instrumen, lalu Tulus masuk dengan lagu pertama "Baru" disusul dengan "Gajah".

Tulus di awal-awal konser sering sekali ke arah kiri panggung (ke arah festival C) mungkin ia juga memikirkan bagaimana penonton disebelah sini yang daritadi hanya menonton punggung soundman. Padahal konser ini sudah sangat membatasi tiket atas permintaan Tulus sendiri. Tujuannya, biar nyaman katanya. Uniknya, ada beberapa mic condenser yang di arahkan ke penonton. Tadinya kami berpikir kalau konser ini akan direkam makanya beberapa mic condenser ditujukan untuk merekam vibes penontonnya. Ternyata salah, Tulus ingin mendengar suara-suara dari penonton nya. Sehingga beberapa kali ia menjawab obrolan-obrolan kecil yang terdengar di telinga nya. "Ajaib kan?" kata Tulus sambil tertawa.


Namanya spesial konser, pastinya ada kejutan-kejutan. Sebelum Tulus menyelesaikan speech nya, tiba-tiba sebuah video karya "Teman Tulus" di putar kan di layar disusul dengan kehadiran beberapa perwakilan dari mereka ke panggung membawa bunga. Setelah medley "Teman Pesta" dan "Kisah Sebentar", Tulus mengajak Petra Sihombing yang ada di bangku penonton untuk memainkan lagu "Labirin". Single terbaru Tulus tersebut ternyata hasil kolaborasi nya dengan Petra Sihombing. Tulus mengaku sulit berkolaborasi dengan musisi lain dalam hal mencipta lagu, kecuali dengan Petra. Mereka sudah menciptakan lebih dari 10 lagu yang akan masuk di album ke empat nya nanti. 

Kejutan terakhir nya adalah kehadiran penyanyi keroncong legend "Waljinah". Meskipun menggunakan kursi roda, penyanyi 73 tahun tersebut mampu menyelesaikan 2 lagu bersama Tulus yaitu "Bengawan Solo" dan "Semusim". 

Konser "Monokrom" di Bandung di akhiri dengan lagu "Pamit" dan "Manusia Kuat" ditutup lagi-lagi dengan permainan lighting dan sound yang megah. Penampilan Tulus didukung juga oleh musisi pengiring yang sangat mumpuni. Bahkan Tulus memberikan mereka kesempatan untuk menghibur penonton saat ia beristirahat dan berganti baju.


Dengan segala keramahan nya, Tulus juga turun ke Festival untuk bersalaman kepada seluruh penonton yang merapat ke pagar barikade. Menonton Tulus dari kategori tiket termurah memang kurang menyenangkan. Beruntung di Festival B tidak separah festival C. Tapi yasudahlah, konser nya tetap berkesan.

Penulis :
Ashari @arhieashari

Fotografer :
Dwiki Amanda @iamdewe 

No comments:

Post a Comment