Banner

TV Series 2019 yang worth binge watching

|

padapanik.com - TV Series sedang banyak digandrungi (sebenarnya udah lama sih, ditandai dengan adanya TV cable di Indonesia) cuma dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia jadi jauh lebih familiar dengan berbagai TV series. Hal ini juga didukung dengan produksi TV Series seperti HBO atau Netflix yang semakin niat, bahkan story dan produksinya gak kalah dengan film layar lebar. Buat kamu yang gak terbiasa dengan istilah "TV series", di Indonesia dikenal dengan Sinetron. Bedanya cuma story nya yang gak itu-itu aja, dan episode nya yang gak beratus-ratus.

Buat kamu yang baru mau nyobain nonton TV series nih, Padapanik punya rekomendasi nya :

1. Game of thrones 


Game of Thrones adalah serial tv drama fantasi yang diproduksi oleh HBO. Seri ini terinsipirasi dari seri novel A Song of Ice and Fire yang ditulis oleh George R. R. Martin. Game of Thrones secara umumnya menceritakan tentang perebutan takhta untuk memimpin 7 Kingdoms. Drama, politik, perang, penghianatan, pembunuhan. kisah cinta semuanya dituangkan dalam serial ini. Season pertama serial dari Game of Thrones ditayangkan pada tanggal 17 April dan season terakhir ditayangkan pada tanggal 14 April 2019 setiap hari Minggu malam waktu Amerika. Serial ini terdiri dari 8 seasons dengan total episode sebanyak 73 episode. Hal yang membuat serial ini enak untuk ditonton adalah kamu tidak perlu susah untuk memahami alur cerita dari Game of Thrones karena hampir setiap adegan memiliki petunjuknya. Tetapi kamu juga akan dibuat terkejut karena beberapa hal tidak sesuai dengan prediksi kamu. Hal ini yang memicu para penonton menebak-nebak dan memprediksi apa yang terjadi selanjutnya sehingga kamu kecanduan dan tidak sabar untuk menanti episode selanjutnya. Meskipun merupakan serial yang sukses, Game of Thrones tidak luput dari kritik. Puncaknya adalah pada beberapa season terakhir yang menuai banyak kritik karena ceritanya dianggap terlalu memaksakan dan melupakan aspek-aspek penting dari bukunya sehingga terkesan sebagai fan fiction.

2. Stranger Things 


Stranger things adalah serial tv original Netflix yang tidak kalah bagusnya dari Game of Thrones. Stranger things merupakan serial tv science fiction horror yang diciptakan oleh the Duffer Brothers. Stranger things pertama kali debut season pertamanya dengan 8 episode pada tanggal 15 Juli tahun 2016. Serial tv ini bisa dikatakan cukup unik karena mengambil set di tahun 80-an. Hal lain yang menarik dari serial ini adalah fokusnya pada kehidupan anak-anak Hawkins yakni Mike, Lucas, Dustin, Will dan Eleven yang menginvestigasi teman mereka Will Byers yang tiba-tiba menghilang usai bermain D&D. Hal yang tidak kalah menarik adalah Stranger things merupakan drama yang menambahkan aspek supernatural. Stranger things merupakan serial yang konsisten dalam hal rating. Tidak heran kalau serial ini banyak peminatnya. Selain menyuguhkan cerita yang berbasis sci-fi, serial ini juga bisa ditonton oleh hampir semua kalangan. Mulai dari mereka yang hidupnya tidak jauh dari tahun 80-an hingga anak-anak zaman milenial. Selain itu banyak pesan yang bisa diambil dari serial ini seperti persahabatan, kerjasama, dan kejadian-kejadian sosial lainnya yang sering terjadi seperti bullying dan permasalahan keluarga.

3. Chernobyl

Berbeda dengan Game of Thrones dan Stranger Things yang merupakan serial fiksi, Cernobyl adalah serial yang diambil berdasarkan kisah nyata yang terjadi di Uni Soviet pada bulan April tahun 1986. Serial tv ini diproduksi oleh HBO, dan ditulis oleh Craig Mazin. Cernobyl mengisahkan bencana nuklir yang terjadi di Ukrainian Soviet Socialist Republic (Soviet Union), dan siapa saja yang bertanggung jawab atas bencana ini. Mungkin bagi orang diluar Uni Soviet yang tidak mengetahui hal ini belum terlalu familiar dengan ceritanya. Memang ada sedikit yang diubah dari yang sesungguhnya, namun hal ini tidak menghilangkan esensi dari cerita ini. Serial dengan 5 episode ini menceritakan sudut pandang Legasov yang menceritakan kejujuran dan apa yang ia pahami sebenarnya terjadi dan siapa dalang dari bencana tersebut, sebelum akhirnya ia mengakhiri hidupnya. Serial ini akan membuat perasaan kamu bercampur aduk. Mungkin lebih banyak marah karena ini merupakan kejadian nyata dan tidak sedikit nyawa yang terenggut akibat bencana ini. Belum lagi efek yang ditimbulkan pasca ledakan yakni radiasi yang menyebar melalui udara dan kematian mengenaskan dari para volunteer yang memiliki niat yang baik untuk menyelamatkan daerah tersebut.

4. 13 Reason Why



13 Reasons Why merupakan serial original Netflix yang menceritakan kehidupan seorang remaja bernama Hannah Baker yang bunuh diri karena 13 alasan yang ia rekam dalam sebuah tape untuk dibagikan kepada mereka yang disebut dalam kaset tersebut. Untuk orang-orang tertentu, mungkin serial tv ini tidak layak untuk ditonton. Namun sebenarnya banyak nilai yang bisa dipetik dari serial tv ini termasuk salah satunya adalah no bullying. 13 Reasons Why bisad dikatakan serial tv yang berani untuk buka-bukaan soal masalah sosial dan pressure yang dihadapi saat sesorang memasuki dunia remaja, dimana ia baru mencari jati dirinya. Ceritanya bagus, namun ada adegan-adegan yang sangat keras. Saran saja, bagi kamu yang trauma atau yang mengalami deperesi, kamu tidak disarankan untuk menonton serial ini. Baru-baru ini meluncurkan season 3 yang meneruskan cerita season 2 setelah misteri kematian Hannah Baker terungkap dan para penonton dibikin penasaran dengan cliffhanger ending season 2. Satu lagi pesan yang diangkat dari serial ini adalah untuk speak up. Jika kamu mengalami hal yang serupa atau kamu melihat ada orang yang mengalami hal serupa, kamu jangan diam saja melainkan harus melaporkannya. 13 Reasons Why juga mempunyai organisasi khusus untuk menangani problem seperti mental health. 

5. The Act 

Satu lagi serial televisi yang diangkat berdasarkan kisah nyata adalah The Act. The Act adalah sebuah limited series yang diproduksi oleh Hulu. Serial ini menceritakan tentang seorang ibu yang bernama Dee Dee Blanchard dan anak perempuannya Gypsy Rose Blanchard yang harus berpura-pura akting seolah-olah ia sakit berat untuk meraup keuntungan. Secara keseluruhan, The Act menceritakan tentang seorang anak yang tidak bisa ‘bergerak bebas’ dan tidak diperbolehkan ibunya untuk menjadi dirinya sendiri karena ibunya ‘percaya’ bahwa ia sakit. Sebenarnya ibunya menyayangi Gypsy tetapi dengan cara yang berbeda sehingga membuat Gypsy tertekan karena ia tidak bisa hidup layaknya anak normal lainnya. Karena tidak bisa melakukan apa yang ia lakukan, Gypsy (Joey King) diam-diam menjadi pembangkang tanpa sepengetahuan ibunya. Kalau kamu menonton serial ini, kamu bisa marah, bisa kaget, bisa takut dan bisa berempati. Pokoknya campur aduk deh.

Penulis :
Irene H. @irenehelmin

No comments:

Post a Comment