Banner

Deretan Perancang Busana Terbaik Di Ajang New York Fashion Week Spring/Summer 2020

|

padapanik.com - Fashion week merupakan salah satu perhelatan yang paling dinantikan di dunia fashion. Bagi kamu yang tahu dan suka menggunakan hashtag #OOTD atau bahkan mengikuti sederet brand fashion ternama di sosial media pasti tidak asing dengan kegiatan ini. Pada dasarnya fashion week merupakan sebuah kegiatan fashion yang menjadi tempat dimana para perancang-perancang busana dan brand-brand ternama ‘memamerkan’ koleksi terbaik mereka dalam seri runaway show dengan tujuan untuk menunjukkan pada media dan menarik hati para calon pembeli. 

Ajang ini juga biasanya dimanfaatkan oleh para perancang busana dan brand-brand tersebut untuk mengambil kritik dan saran dari para peminat untuk memperbaiki kualitas sehingga pada fashion week mendatang bisa lebih baik lagi. Fashion week pada umumnya berlangsung dalam jangka waktu satu minggu. New York, London, Milan dan Paris merupakan 4 negara yang terkenal tidak pernah absen dalam perhelatan ini. Fashion week biasanya identik dengan display fashion perancang busana dan brand-brand ternama seperti Calvin Klein, Chanel, Ferragamo, Dior, Dolce & Gabbana, Moschino, Valentino dan masih banyak lagi. 

Sejarah singkat Fashion Week 

Jauh sebelum fashion week, ternyata Paris sudah lebih dahulu mengadakan perhelatan yang berhubungan dengan industri adibusana atau couture industry pada tahun 1850 silam. Charles Frederick Worth (1825-1895) sering dijuluki ‘Father of Couture’ merupakan sosok dibalik industri adibusana ini. Seiring dengan berjalannya waktu dunia fashion terus berevolusi dan muncul ide-ide kreatif untuk mengembangkan gaya berbusana yang kemudian ditampilkan dalam perhelatan fashion week. Awalnya fashion week dikenal dengan nama Press Week dan pertama kalinya dilaksanakan di New York City pada tahun 1943. Yep, pada saat perang dunia ke-2, jauh sebelum adanya iPhone, Instagram, atau #OOTD. 

Setelah New York, Paris kemudian menyusul dengan mengadakan pertunjukan adibusana atau lebih dikenal dengan istilah couture pada tahun 1945, kemudian pada tahun 1973 Paris Fashion Week resmi berada dibawah naungan French Fashion Federation. Camera Nazionale della Moda (The National Chamber for Italian Fashion) kemudian mengadakan Milan Fashion Week. Kemudian dilanjutkan oleh British Fashion Council pada tahun 1984 yang mengadakan London Fashion Week. Seiring dengan berjalannya waktu dan teknologi fashion yang terus berevolusi, negara-negara lain juga ambil bagian untuk mengadakan kegiatan fashion week mulai dari Sao Paulo, Sydney hingga Indonesia. 

New York Fashion Week (NYFW) 

New York Fashion Week biasanya diadakan dua kali dalam satu tahun yakni pada bulan Februari (7 Februari 2019) dan September. Busana yang ditampilkan biasanya berdasarkan musim. Bulan Februari lalu menampilkan tema Fall/Winter 2019 sedangkan pada bulan September (5 September 2019) dengan tema New York Fashion Week Spring/ Summer 2020. Lalu siapa yang mempropaganda New York Fashion Week? Mercedes-Benz New York Fashion Week, dibawah naungan IMG adalah sponsor utama dari event ini. 

Konsepnya dari fashion week di berbagai belahan dunia adalah menghadirkan perancang busana dan brand yang berbeda. Tidak ada aturan yang mengharuskan brand A hanya bisa di kota New York. Namun biasanya tergantung pada lokasi yang menjadi ‘tempat tinggal’ dari brand tersebut. Contohnya Michael Kors yang berasal dari New York biasanya berpartisipasi di New York, atau Ferragamo yang berpusat di Italy biasanya berpartisipasi dalam Milan Fashion Week. 

Designer-desginer ternama yang berpartisipasi 

New York Fashion Week Spring/ Summer 2020 mempersembahkan karya beberapa perancang busana ternama yang sudah tidak asing dalam dunia fashion. Siapakah mereka? 

Jeremy Scott 

Sumber : Vogue 
“Neon rock opera”, Jeremy Scott (44), perancang busana yang menjabat sebagai Creative Director dari brand ternama Moschino mendeskripsikan koleksinya. Jeremy Scott merupakan salah satu designer yang selalu menampilkan karya yang unik dan khas ala Moschino. Hal ini membuatnya mendapat julukan sebagai “pop culture’s most irreverent designer” dan "fashion's last rebel". Koleksinya kali ini dideskripsikan sedikit metal berat, dan terinspirasi dari film tahun 80-an, Liquid Sky. 

Brandon Maxwell 

Sumber : Vogue
Brandon Maxwell adalah Founder and Creative Director dari Brandon Maxwell, salah satu brand yang menjadi favorit para wanita. Maxwell (34) menderskripsikan daywearnya sebagai outfit yang bertemakan country club dengan gaya model-off-dutty dengan blazer yang dipadukan dengan jeans ketat. 

Michael Kors 

Sumber : Vogue
Salah satu brand yang menjadi incaran para wanita, termasuk wanita Indonesia, adalah Michael Kors. Michael David Kors sendiri adalah chairman dan chief creative dari brand ini. Brand ini terkenal dengan produk aksesoris, jam, perhiasan dan pakaian pria dan wanita. Dalam koleksinya kali ini, Kors (60) tidak ragu untuk ‘bermain’ dengan polka dot dan melapisinya dengan jaket dan mantel ketat yang layaknya tahun 70-an. Kors juga menambahkan poin dari koleksinya ini adalah perpaduan antara maskulin dan feminim yang kemudian dibalut dengan blazer yang berhiaskan kristal Swarovski.

Perancang busana dan brand lain yang juga ikut berpartisipasi adalah Rebecca Minkoff, Helmut Lang, Prabal Gurung, Pyer Moss, 3.1 Phillip Lim, 3ZM x Lu Yang, Affair, Blancore, Alice + Olivia by Stacey Bendet, Aliette, All things Mochi, Badgley Mischka, Bronx & Banco, Chiara Boni, Christopher John Rogers, Elie Tahari, Jason Wu, Rag & Bone, Reese Cooper, dan perancang-perancang dari tanah air seperti Dian Pelangi, 2Madison Avenue, Alleira Batik, dan Itang Yunasz yang berada dibawah naungan Indonesian Diversity. 

Penulis :
Irene H. @irenehelmin

No comments:

Post a Comment