Banner

ADVERTISE

AXIS MUNDI BDG : MISI DISTRIBUSI MERATA POLKA WARS DI BANDUNG

|

padapanik.com - Beberapa hari yang lalu setelah mendapat kabar kalau kami menjadi bagian dari media partner di sebuah konser bertajuk "Axis Mundi Bandung", kami sedikit gelagapan. Bagaimana tidak, konser dengan kepemilikan band asal Jakarta bernama "Polka Wars" ini masih cukup asing di telinga kami. Akhirnya dengan waktu yang cukup terbatas, kami mencari tahu terlebih dahulu melalui internet, lagu "Mokele" pun menjadi lagu pertama yang akrab di telinga dan beberapa pembahasan tentang prestasi yang telah dicapai band indie rock ini menjadi salah satu hal mengapa konser "Axis Mundi" harus menjadi tujuan utama kami. Sayangnya hingga selesai mengobrak-abrik google, kami tidak mendapatkan pencerahan tentang arti "Mokele" atau ini semacam mantra? haha

Sehari sebelum konser akhirnya kami berkesempatan bertemu langsung, bukan konferensi pers seperti judulnya, tapi lebih ke ngobrol santai. Bertempat di cafe DU71, kami bersama beberapa media lainnya akhirnya kami mendapat kan beberapa bocoran tentang konser yang sedang banyak di bicarakan di bandung tersebut. Yang pastinya akan banyak kejutan.

Konser ini adalah hasil kerjasama antara Polka Wars dan Converse. Jika di tahun sebelumnya converse menggaet Morfem untuk menyelesaikan album "sneakerfuzz" nya. Tahun ini, Polka Wars lah yang mendapat kesempatan untuk merekam album mereka di Brooklyn, New york, Amerika serikat setelah mengalahkan nama-nama familiar seperti Barefood, Seaside, Stars and Rabbit dan Monkey to Millionaire. Setelah sukses dengan konser di Jakarta, kini mereka optimis mengulang kesuksesan di tanah parahyangan. Uniknya, beberapa penonton jauh-jauh datang dari jakarta untuk menonton kedua kalinya konser ini, secandu itu kah polka wars?

Acara di mulai sekitar setengah 8 malam, sebelumnya perhatian kami tertuju pada penjualan cassette tape, merchandise, dan juga poster yang terbatas. Jadi siapa cepat dia dapat. Oh iya, segera lah masuk kedalam auditorium karena Mooner akan memanaskan panggung dengan musik nya yang menghentak dengan nuansa blues. Project dari Rekti The SIGIT ini memang cukup ditunggu karena belum banyak kesempatan untuk menonton mereka. Selain musiknya yang unik, vokalis nya pun memiliki suara yang unik, Diluar status mereka sebagai band pembuka, 5 lagu berhasil di bawakan dengan menimbulkan rasa keingintahuan yang besar penonton terhadap band tersebut.


Dan tiba saatnya, Karaeng Adjie (Vokal / Gitar), Billy Saleh (Gitar), Xandega Tahajuansyah (Bass), dan Giovanni Rahmadeva (Drum / Vokal) memasuki panggung dengan ciri khas fashion yang rapih dan kalem, membawakan beberapa lagu di awal seperti "Horse's hooves" dan "Coraline", penonton yang sudah mulai asik menikmati ternyata tidak dirasakan demikian oleh Dega dan Deva terlihat kesal karena monitor sound yang tidak keluar dan beberapa kesalahan teknis lainnya. Salah satu yang unik dari band ini adalah persona Aeng yang berbeda. Entah kenapa penonton begitu mudah tertawa dari apapun yang di lontarkan pria dengan aksen yang unik, terdengar seperti aksen makassar, tapi beberapa kali juga terdengar seperti betawi haha. Padahal saat konferensi pers, dia lebih banyak diam.


Kehadiran Ade Paloh (Sore) di akhir lagu "Tall Stories" dan Herald Reynaldo (L'Alphalpha) yang bermain perkusi dan juga ikut bernyanyi di lagu "Alfonso" menjadi kejutan penting dalam konser ini.

Setelah break, Aeng keluar sendirian untuk menghibur penonton dengan mencover lagu "Mad World" (OST. Donnie Darko) dan "Thinking about You" milik Frank Ocean yang tidak ada di setlist. Hal ini untuk mengulur waktu hingga kesalahan pada sound system bisa di beres di lagu selanjutnya. Dan akhirnya Deva mengambil alih vokal di lagu "Lovers" dengan nuansa yang berbeda, diiringi alat musik gesek traditional yang menyayat, nuansa lagu ini menjadi lebih dark dari lagu aslinya. Mungkin menjadi salah satu lagu yang cukup menarik perhatian malam itu.

"Kami melakukan konser kedua di Bandung biar distribusi nya merata" ungkap Aeng yang berharap bisa manggung dimana saja untuk menyebarluaskan musik Axis Mundi. Hingga akhirnya tiba, satu-satunya lagu yang kami hafal haha, "Mokele" akhirnya mengizinkan kami untuk sing along "often see you out there, Mokele-mbebe" dan di akhiri dengan track terpanjang dalam album Axis Mundi, "Piano Song" yang klimaks dengan kejutan di vokal latar yang diisi oleh Rekti dan Haikal Aziz (Sigmund). Di akhir, layar menampilkan video klip "top gear" sebagai kejutan. Para personil sudah turun panggung, namun penonton masih bertahan hingga klip selesai. Sebuah list bonus akhirnya dibawakan, "sanctuary" membawa para personil dan penonton lebih lama lagi di panggung dan menutup malam itu dengan puas, bersiap mengulik lebih jauh si Axis Mundi dalam bentuk CD.
i. Satu hal yang lebih penting lagi sebenarnya adalah Visual panggung yang super keren! Sejak beberapa kali menonton langsung acara di IFI Bandung, baru kali ini ada visual panggung yang benar-benar menunjang band nya dengan sangat niat dan selaras~

Oleh : Ashari
Foto : Dewe

No comments:

Post a Comment